Artikel Tentang Bahasa Indonesia

Diposting oleh Noordianto Catur | | Posted On Kamis, 21 November 2013 at 03.04

Bahasa Indonesia diproyeksikan menjadi bahasa internasional. Optimisme itu diungkapkan Ketua Komisi Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rahman, pada 15 November 2011. Menurutnya, bahasa Indonesia memiliki peluang menjadi bahasa Internasional karena tidak asing di telinga komunitas internasional. Khususnya di negara-negara tetangga. Peluang itu dinilai lebih besar dibandingkan berbagai bahasa di Eropa. (Kompas, 16/11)

"PBB baru menolak bahasa Jerman menjadi bahasa internasional karena hanya dipakai di Jerman," ujarnya. Arief Rahman menghimbau Badan Bahasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih aktif mengampanyekan gerakan cinta bahasa Indonesia. Menurutnya, bahasa Indonesia harus digunakan secara aktif tidak hanya di sekolah, tapi juga dalam komunikasi sehari-hari.

Menilik Sejarah

Pada 16 Juni 1927, sidang Volksraad gaduh. Bahasa Indonesia digunakan dalam sidang Dewan Rakyat. Di zaman Hindia-Belanda berkuasa, menggunakan bahasa Indonesia dalam acara resmi menjadi sebuah paradoks; antara kebanggaan dan nasionalisme berhadapan dengan sikap inlandear sebagai bumi putra.

Ialah Jahja Datoek Kajo, anggota Volksraad kelahiran Kota Gadang 1 Agustus 1874. Ia menentang tradisi tidak menggunggulkan bahasa Indonesia. Azizah Etek, dalam buku Kelah Sang Demang, Jahja Datoek Kajo (2008) mencatat ketidaklaziman anggota Volksraad dari kalangan bumi putra menyampaikan pidato dengan bahasa Melayu (Indonesia).

Sebelum Jahja membuat geger sidang Volksraad itu, Haji Agus Salim pernah berbahasa Indonesia, tetapi diperingatkan oleh tuan Voorzitter. Namun Agus Salim menyangkal karena, "menurut Dewan saya punya hak untuk mengeluarkan pendapat dalam bahasa Indonesia." Kita bisa beranggapan bahwa kengototan Jahja menggunakan bahasa Indonesia terilhami oleh Agus Salim. Tapi, Jahja masih selangkah lebih maju. Dalam sebuah sesi, 22 Juni 1927, Jahja berpidato sambil menyentil anggota lain. Katanya, "Saya berharap kepada tuan-tuan yang hadir dalam Diwan Rakyat ini mau menyela pembicaraan saya. Dengan hormat saya minta supaya dilakukan bahasa Melayu, (Azizah Etek: 2008)"

Permintaan Jahja sangat politis dan berniat menaikkan harga diri bahasa dan orang Indonesia. Ia tak rela, di tanah sendiri, harus berbahasa dengan bahasa orang lain. Bukan karena ia tak mampu. Azizah Etek (2008: 30) mengingatkan sebagai seorang tamatan sekolah desa, sekolah kelas dua, Jahja tentu mampu berbahasa Belanda. Pilihan menggunakan bahasa Indonesia merupakan bentuk nasionalisme, dan membentuk identitas yang tidak diakui. Persoalan berbahasa di sidang Volksraad bukan sebatas masalah bagaimana pesan dapat dipahami oleh anggota lain. Jahja memberi contoh bagus merangkai martabat, membangun identitas, dan mengusulkan perubahan.

Jahja geram tatkala seorang wakil pemerintahan Belanda menjawab dengan bahasa Belanda disertai embel-embel bahwa kalau kurang jelas hendak bisa bertanya kepada Mochtar, salah seorang anggota. Dua alasan kegeramnnya, pertama; Jahja dianggap kurang paham bahasa Belanda, dan kedua; orang Belanda enggan berbahasa Indonesia. Menyikapi itu, Jahja berkelakar, "Tuan tentu memaklumi, bahwa sekalian bangsa dalam dunia ini lebih suka berbahasa di dalam bahasanya sendiri. Sebabnya perasaan Indonesier tinggal di orang Indonesier, perasaan Belanda di Belanda."

Pemicu

Buku Pesona Bahasa (2005) mencatat, mengutip penelitian The Summer Institute of Linguistic, terdapat 726 bahasa daerah di seluruh kawasan Indonesia. Bahasa-bahasa itu memiliki penuturnya masing-masing. Ada yang dituturkan jutaan, beberapa ribu, bahkan hanya dinikmati beberapa puluh saja. Nah, bahasa Indonesia mempertemukan bangsa-bangsa yang sudah memiliki bahasa tuturnya sendiri. Bahasa Indonesia berdiri di tengah sebagai penyambung banyak lidah.

Nasib bahasa Indonesia diperteguh kehadiran Sumpah Pemuda yang ditulis dan dibaca-jelaskan oleh Muhammad Yamin pada kongres 28 Oktober 1928. Sumpah pemuda menjadi titik lain penegasan identitas bangsa Indonesia dengan bahasa resmi; bahasa Indonesia. Teks itu berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Teks ini gagah di tengah banyaknya bahasa yang ada di Indonesia. Teks itu menyihir dan mempersatukan pluraritas bahasa di Indonesia. Kita bersatu dan tergerak dalam rima yang satu. Ia menjadi pemicu untuk sadar terhadap hakikat bangsa yang dihuni oleh banyak suku. Teks ini memikat sekaligus memberikan harapan agar bangsa Indonesia bersedia mempersatukan kehendak. Ya, teks itu ampuh dan jitu membawa alam bawah sadar manusia Indonesia dalam tegangan nasionalisme. Teks ini menyelamatkan kemungkinan bahasa Belanda dijadikan bahasa sehari-hari.

Langkah strategis sudah dirumuskan Kepala Badan Pusat Bahasa Kemdikbud Agus Dhar ma untuk memperluas jangkauan bahasa Indonesia. Rencananya, di setiap negara, akan ditambah pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia. Sampai kini, ada 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara.

Yang harus kita waspadai sekarang ini adalah ketidakpercaya-dirian bangsa Indonesia memanggul identitasnya sebagai bangsa. Meskipun sudah merdeka puluhan tahun, kita masih terus didikte oleh bangsa lain. Kenyataan itu bisa dilihat dari betapa menjamurnya kursus-kursus bahasa asing di mana-mana. Kita memang sudah selayaknya menghadapi zaman globalisasi ini dengan mampu menguasai berbagai bahasa, terutama bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional, antara lain bahasa Inggris dan Arab. Tapi, kita pun mesti mempertanyakan pada diri kita, apakah sudah menggunakan bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya berbahasa. Hal terkecil misalnya bagaimana kita menulis pesan singkat, atau menulis status di jejaring sosial.

Sering saya jumpai, banyak orang yang tidak sadar kalau mereka telah merusak bahasa Indonesia dengan cara menyingkat atau mengganti dengan huruf-huruf alay. Untuk hal yang demikian ini, barangkali kita harus malu dengan Jahja yang begitu gigih memperjuangkan kelayakan bahasa Indonesia digunakan di sidang Volksraad yang angker itu. Atau deklarasi sumpah pemuda yang salah satu poinnya menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Maka itu, nasib bahasa Indonesia mestinya menjadi tanggungjawab kita semua. Jadi, bukan hanya lembaga kebudayaan pemerintah saja yang harus menjaga.

Sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2012/02/contoh-artikel-tentang-bahasa-indonesia.html

Uang

Diposting oleh Noordianto Catur | | Posted On Rabu, 26 Juni 2013 at 22.27

UANG
PENGERTIAN UANG
Uang adalah sesuatu yang secara umum diterima untuk pembayaran pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta untuk pembayaran hutang-hutang. Uang sering dipandang sebagai bentuk kekayaan yang dapat dipergunakan untuk membayar sejumlah tertentu hutang dengan kepastian dan tanpa penundaan. Dari definisi ini, kita dapat mengamati bahwa uang memiliki tiga fungsi, yaitu: (1) alat pembayaran (mean of exchange), (2) alat penimbun kekayaan (store of value), dan alat pencicilan hutang (deferent payment).
Definisi di atas belum menunjuk pada aspek benda yang disebut dengan uang. Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah sesuatu layak dinamakan sebagai uang.

MANFAAT UANG

1. Sebagai mahar atau maskawin dalam pernikahan. Pada acara akad nikah sering disebutkan: “..dengan maskawin berupa uang sebesar 2381950 rupiah dibayar tunai..”
2. Sebagai koleksi. Banyak orang yang mengoleksi berbagai mata uang dari negara-negara yang pernah dikunjungi. Saya misalnya mengoleksi beberapa lembar uang asing bernilai kecil, antara lain mata uang Amerika Serikat, India, Thailand, Rusia, Malaysia, Filipina, Namibia, Arab Saudi, dan lain sebagainya. Selain mengoleksi mata uang baru tak sedikit pula yang memiliki mata uang kuno, utamanya koin.
3. Untuk sedekah. Amal ibadah ini sudah banyak dilakukan orang.
4. Untuk kerokan kalau masuk angin. Walaupun kegiatan ini tidak dianjurkan tetapi masih banyak juga yang melakukannya, termasuk saya. Rasanya masuk angin tak hilang jika badan belum dikeroki. Mata uang yang digunakan untuk mengisir masuk angin secara tradisionil ini adalah koin.
5. Sebagai pelengkap acara tradisionil. Uang diletakkan disebuah tempat yang di dalamnya sudah ada beras kuning atau bunga lalu di lemparkan ke area tertentu misalnya: jalan raya, atau arena acara Temu Pemgantin.Uang yang digunakan umumnya berupa koin. Di luar negeri juga ada acara melempar koin ke sebuah kolam lho.
6. Untuk saweran. Kegiatan ini sering kita lihat pada acara hiburan. Banyak penonton yang memberikan uang saweran kepada penyanyi atau penari.
7. Uang sebagai media untuk menunjukkan solidaritas. Di media elektronik, di dunia maya dan nyata sering ada kegiatan pengumpulan uang (koin) sebagai wujud solidaritas terhadap orang lain yang dianggap “terdzolimi”. Misalnya: koin untuk si Anu.
8. Sebagai barang bukti suatu perkara di pengadilan. Ini sudah sering kita lihat,bukan.
9. Uang untuk salam tempel, balas jasa, bantuan bulanan, sogok-sogokan, suap-suapan dan lain-lainnya.
Begitu banyak manfaat uang bagi manusia, baik sebagai alat tukar maupun untuk keperluan yang lain.

JENIS UANG

Uang Kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Mata uang Negara kita adalah rupiah, uang pertama yang dibuat oelh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia. Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).

Menurut Undang-undang pokok bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu: uang Negara dan uang Bank. Uang Negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri:
-Dikeluarkan oelh pemerintah
-Dijamin oleh undang-undang
-Bertuliskan nama Negara yang mengeluarkannya
-Ditandatangani oleh menteri keuangan

Namun sejak berlakunya Undang-undang No.13.1968, uang Negara diberhentikan peredarannya dan diganti dengan uang bank. Uang bank adalah aung yang dikeluarkan oelh bank sentral berupa uang logam dan uang kertas, ciri-cirinya sebagai berikut:
-Dikeluarkan oleh bank sentral
-Dijamin dengan emas dan valuta asing yang disimpan di bank sentral
-Bertuliskan nama bank sentral Negara yang bersangkutan
-Ditandatangani oleh gubernur bank sentral
Jenis uang kartal menurut bahan pembuatnya antara lain:

Uang Logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain: tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability), digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability), nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity), nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility). Uang logam memiliki tiga macam nilai, yaitu:

-Nilai Intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang.
-Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang.
-Nilai Tukar, yaitu kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang.

Uang Kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada dua macam uang kertas, yaitu:
-Uang kertas Negara, yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani oleh menteri keuangan.
-Uang kertas bank, yaitu uang yang dikeluarkan oelh bank sentral.

Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas diantaranya:
-Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
-Ongkos pembuatan relative murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
-Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan akan uang
-Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar.

Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain bank Indonesia. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegraphic transfer. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah, artinya masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.

Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
1.penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening Koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melaui bank. Penerimaan piutang ini oleh bank dibukukan dalam rekening Koran orang yang bersangkutan. Cara ini disebut primary deposit.
2.karena transaksi surat berharga. Uang giaral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit.
3.mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening Koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut ioan deposit.
Keuntungan menggunakan uang giral, sebagai berikut.

1.Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang.
2.Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan
3.Lebih aman karena resiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilaporkan ke bank yang mengeluatkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.

Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestic.

http://caramengelolauang.com/serba-serbi/manfaat-uang-bagi-manusia
http://iyos-yosi57.blogspot.com/2012/04/pengertian-uang-kriteria-uang-fungsi.html
https://www.facebook.com/sejutafenomena/posts/528868217141844

PENDAPATAN NASIONAL

Diposting oleh Noordianto Catur | | Posted On Sabtu, 01 Juni 2013 at 02.53

2.1 Tolok Ukur Keberhasilan Perekonomian

Untuk mendapatkan gambaran tentang struktur dan fungsi perekonomian secara
menyeluruh, analisis makroekonomi dalam keberhasilan suatu perekonomian akan
cenderung memandang konsumen atau rumah tangga sebagai unit dan perusahaan sebagai
sektor bisnis, pelaku di sektor publik, baik di tingkat lokal maupun pusat. Besaran-besaran
yang di perhatikan pun meliputi output nasional, pengeluaran konsumsi dan investasi agregat,
tabungan nasional, tingkat harga umum dan inflasi, pengangguran dan kesempatan kerja, nilai
tukar mata uang, neraca pembayaran, anggaran pemerintah, tingkat bunga, permintaan uang,
uang beredar, dan lain sebagainya.

Kesempatan kerja, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi sering direncanakan
sebagai tujuan pembangunan nasional untuk mencegah terjadinya inflasi dan berusaha
mendorong pertumbuhan perekonomian. Keberhasilan perekonomian dari suatu bangsa pun
dapat dilihat dari hasil perhitungan pendapatan nasional dan produk nasionalnya. Pendapatan
nasional merupakan ukuran penting kinerja ekonomi baik jangka pendek maupun panjang.
Produk nasional seperti banyaknya penelitian dan inovasi baru yang ditemukan dan
dikembangkan. Inovasi – inovasi ini memungkinkan untuk munculnya industri – industri baru
yang dapat mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.

Negara yang mempunyai kekuatan ekonomi adalah negara yang mempunyai
keunggulan, terutama keunggulan di bidang teknologi. Karena, dengan memiliki keunggulan
teknologi, sebuah negara akan menghasilkan sebuah inovasi-inovasi baru, mulai dari produk,
proses, desain dan juga kemampuan untuk mengaplikasikan serta memasarkan inovasi
tersebut.

Neraca perdagangan ekspor – impor dari negara tersebut akan menjadi salah satu
cerminan kekuatan perekonomiannya. Kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya
tergantung pada besar kecil sumberdaya alam yang dimiliki, tetapi juga ditentukan oleh
kemampuan mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan dengan penguasaan teknologi.
Pada umumnya, penguasaan teknologi akan menghasilkan inovasi yang dapat diindustrikan.
Dampak dari sosialisasi inovasi sebenarnya akan meningkatkan pendapatan suatu
negara dengan menekan dana ke luar negeri, dalam arti pembayaran royalti atas pelisensian
teknologi yang diindustrikan. Aset – aset kekayaan intelektual itu seperti hak paten untuk
penemu / inventor, hak untuk menggandakan bagi penulis, composer atau sumberdaya
mineral ( minyak, gas, bahan logan dan tambang lainnya ). Untuk itulah diperlukan adanya
upaya untuk mendukung percepatan pembangunan melalui pengembangan inovasi – inovasi
baru di berbagai bidang.

I. Perhitungan Pendapatan Nasional dan Produk Nasional

Perhitungan pendapatan nasional menunjuk kepada seperangkat aturan dan teknik
untuk mengukur aliran seluruh output barang dan jasa yang dihasilkan dan aliran seluruh
input (faktor-faktor produksi) yang digunakan oleh suatu perekonomian untuk menghasilkan
output barang dan jasa itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa perhitungan pendapatan
nasional merupakan suatu kerangka perhitungan yang digunakan untuk mengukur aktivitas
ekonomi yang terjadi dan berlangsung dalam suatu perekonomian. Perhitungan pendapatan
dan produk nasional mulai dikembangkan sekitar tahun 1930, tepatnya tahun 1932 saat
Departemen Perdagangan Amerika Serikat mencoba mengumpulkan data, dan diterbitkan
tahun 1934 berupa hasil perhitungannya.

Simon Kuznets dari Universitas Harvard yang pada waktu itu menjabat sebagai
Direktur Biro Penelitian Ekonomi Nasional USA merupakan perintis dan orang yang berjasa
dalam upaya perhitungan pendapatan nasional Amerika serikat. Kuznets pun dianugrahi
penghargaan nobel pada tahun 1971 untuk bidang ekonomi.

Perhitungan pendapatan dan produk nasional yang dikembangkan sekitar tahun 1930
ini dimaksudkan sebagai alat bantu dalam melakukan kuantifikasi terhadap berbagai
peristiwa ekonomi riil yang terjadi dalam masyarakat. Dalam perkembangannya lebih lanjut,
perhitungan pendapatan nasional ini bahkan telah menjadi bagian yang amat penting di dalam
makroekonomi, kususnya dalam upaya untuk mengemban suatu analisis tentang
perekonomian. Data hasil perhitungan pendapatan nasional sangat penting bagi banyak pihak,
baik bagi para ekonom, pemerintah, maupun bagi dunia usaha atau sektor bisnis.
Pengukuran atau perhitungan output nasioanl sangat diperlukan dalam teori maupun
kebijakan makroekonomi. Pengukuran ini mempersiapakan kita menghadapi berbagai
masalah sentral yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, siklus bisnis, hubungan antara
kegiatan ekonomi dan pengangguran, serta ukuran dan faktor-faktor penentu tingkat inflasi.
Sebelum konsep GNP ditemukan, kondisi suatu perekonomian sulit dipastikan.
Arus perputaran output atau pengeluaran atau biasa disebut dengan arus perputaran
kegiatan ekonomi adalah suatu diagram yang menggambarkan keterkaitan antara berbagai
pelaku ekonomi seperti sektor rumah tangga yaitu salah satu unit pengambil keputusan yang
menyediakan dalam arti menjual atau menyewakan faktor-faktor produksi kepada
perusahaan, sektor perusahaan yaitu organisasi yang terdiri dari produsen yang menghasilkan
atau menawarkan barang dan jasa melalui pasar prosuk, sektor pemerintah yaitu organisasi
yang memiliki 2 fungsi utama yaitu menyediakan barang dan jasa kepada rumah tangga dan
perusahaan dan melakukan redistribusi pendapatan dan kekayaan, sektor yang terakhir adalah
luar negeri yang direpresentasikan oleh kegiatan ekspor dan impor.

Selain itu ada berbagai pasar yang ada di dalam perekonomian seperti faktor produksi
yaitu pasar yang dimana faktor produksi diperdagangkan, pasar barang atau produk yaitu
pasar dimana barang dan jasa diperdagangkan, dan pasar keuangan atau kredit yaitu pasar
dimana penawaran kredit atau dana oleh rumah tangga dan permintaan kredit atau dana oleh
perusahaan terjadi atau berlangsung.

2.2 Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

1. Pendekatan Produksi (Product Approach)
Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah dengan menjumlahkan
nilai tambah (value added) semua barang dan jasa yang diproduksi tiap proses produksi di
suatu negara dalam satu tahun.

Dimana :
Y = PendapatanNasional
Pi = Harga Jual Produk (Output)
Qi = Faktor Produksi (Input)
Y = Σ Pi Qi

2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran atau
expenditure dari masing – masing sektor perekonomian, yaitu :

1) Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga dan
perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa
dalam memenuhi kebutuhan.

2) Pengeluaran investasi (I), meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang
dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin – mesin, perlengkapan, dan
jumlah persediaan perusahaan.

3) Pengeluaran pembelian pemerintah (G), meliputi pembayaran pensiun, bea siswa,
subsidi dalam berbagai bentuk dan transfer pemerintah.

4) Ekspor netto (X – M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dan
diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor maka ekspor netto bertanda positif (+), juga
sebaliknya.

3. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Dalam pendekatan ini, pendapatan nasional diperoleh dari penjumlahan pendapatan yang
diterima oleh faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama
satu tahun, yang terdiri dari :
- Sewa tanah/alami (rent income) = r
- Upah (wage and salary income) = w
- Bunga (interest income) = i
- Laba usaha (profit income) = p
Y = C + I + G + (X-M)
Y = r + w + i + p

2.3 Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional
Dalam perhitungan pendapatan nasional suatu negara dikenal lima konsep pendapatan
nasional yang perlu di bedakan secara tegas.

a. Produk Domestik Bruto
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah jumlah produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam suatu negara (domestik)
selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan
jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah negara
yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum
diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap
bersifat bruto atau kotor.

b. Produk Domestik Netto
Produk neto (net output) berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses
produksi. Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini adalah
cara menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh
perusahaan-perusahaan. Penggunaan cara ini dalam menghitung pendaatan nasional
mempunyai dua tujuan penting :

1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektorekonomi di dalam
mewujudkan pendapatan nasional

2. Sebagai salah satu cara menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanya
menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi

c. Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional (National Income, NI) adalah pendapatan agregat yang diperoleh
oleh faktor – faktor produksi. Pendapatan nasional mengukur pendapatan agregat yang
diterima oleh faktor – faktor produksi sebelum pajak (direct taxes) dan pembayaran
transfer (transfer payments). Pendapatan nasional dapat diperoleh, produk domestik
netto dikurangi pajak tidak langsung dan kewajiban bukan pajak, pembayaran
transfer oleh perusahaan, ditambah subsidi pemerintah dan dikurangi lagi dengan
surplus yang diperoleh perusahaan (BUMN).

d. Pendapatan Perorangan
Pendapatan perorangan (Personal Income, PI) adalah pendapatan agregat yang secara
aktual diterima oleh seseorang atau rumah tangga (house hold). Menghitung pendapatan
perorangan dengan pendapatan nasional dikurangi laba perusahaan (corporate profit
takes), kontribusi asuransi sosial (social insurance contributions), dan bunga netto
(undistributed corporate profits), kemudian ditambah pembayaran transfer (transfer
payment) dan laba pemegang saham (dividends).

e. Pendapatan Disposibel
Pendapatan disposibel (Disposable Income, DI) adalah jumlah pendapatan yang secara
aktual tersedia bagi rumah tangga yang siap untuk dibelanjakan atau digunakan.
Pendapatan disposible diperoleh dengan cara pendapatan nasional dikurangi pajak
perorangan (personal taxes) dan kewajiban – kewajiban bukan pajak (nontaxes
liabilities). Termasuk pajak perorangan adalah pajak pendapata, estate and gift, dan pajak
– pajak kekeyaan perorangan. Sedangkan kewajiban bukan pajak antara lain, passport
fess, fines and pinalties, dan donations.

2.4 Penggunaan Produk Domestik Bruto

Produk domestik bruto (PDB) dapat diartikan sebagai nilai barang – barang dan jasa –
jasa yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. Di dalam sesuatu
perekonomian di negara-negara maju maupun di negara – negara berkembang, barang dan
jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi oleh
penduduk negara lain.

Penggunaan produk domestik bruto ( PDB ) untuk mengukur pertumbuhan ekonomi
dilakukan oleh semua negara di dunia (termasuk Indonesia ). PDB Indonesia, merupakan
nilai tambah yang dihitung bedasarkan seluruh aktivitas ekonomi tanpa membedakan
pemiliknya ( dilakukan oleh warga negara Indonesia dan warga negara asing ), sejauh proses
produksinya dilakukan di Indonesia, nilai tambah yang diperoleh merupakan PDB Indonesia,
sehingga pertumbuhan tersebut sebenarnya semu, karena tambah adalah milik warga negara
asing yaitu nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang menggunakan faktor produksi ( modal
PI = NI – (CPT + SIC + UPC) + (Div + TR)

dan tenaga kerja ) milik asing, seperti lembaga keuangan/perbankan, jasa komunikasi,
eksplorasi tambang, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Pengeluaran-pengeluaran dalam penggunaan produk domestik bruto yaitu :
1. Konsumsi rumah tangga
Nilai perbelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis
kebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
Pendapatan yang diterima rumah tangga akan digunakan untuk membeli makanan,
membeli pakaian, membiayai jasa pengangkutan membayar pendidikan anak, membayar
sewa rumah dan membeli kendaraaan. Barang – barang tersebut dibeli rumah tangga
untuk memenuhi kebutuhannya dan perbelanjaan tersebut dinamakan konsumsi. Kegiatan
rumah tangga untuk membali rumah diolonkan sebagai investasi.

2. Pengeluaran pemerintah
Pembelian pemerintah dibedakan menjadi dua yaitu konsumsi pemerintah dan investasi
pemerintah. Konsumsi pemerintah adalah pembelian atas barang dan jasa yang akan
dikonsumsikan, seperti membayar gaji guru sekolah, membali alat – alat tulis dan kertas
untuk digunakan serta membeli bensin untuk kendaraan pemerintah.
Sedangkan investasi pemerintah adalah pengeluaran untuk membangun prasarana seperti
jalan, sekolah, rumah sakit dan irigasi.

3. Pembentukan modal tetap sektor swasta
Pembentukan modal tetap sektor swasta atau yang lebih dinyatakan sebagai investasi,
pada hakikatnya berarti pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikan
produksi barang dan jasa di masa yang akan datang.
Membangun gedung perkantoran, mendirikan bangunan industri, membeli alat – alat
memproduksi adalah beberapa bentuk pengeluaran yang tergolong sebagai investasi.

4. Ekspor neto
Ekspor neto adalah nilai ekspor yang dilakukan sesuatu negara dalam satu tahun tertentu
dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama. Ekpor suatu negara, seluruh atau
sebagian dari nilainya, merupakan barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri.

3 Pendapatan Nasional Bruto Nominal dan Riil
Pendapatan Nasional Bruto (GNP- Gross National Product) adalah pendapatan
yang dihitung berdasarkan atas semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk
selama setahun dan diukur menurut harga pasar1. Produk itu pada hakikatnya sama
dengan output karena barang dan jasa itu mengalir dari bisnis ke masyarakat. Oleh sebab
itu istilah GNP ( Gross National Product) atau GNO ( Gross National Output). GNP itu
memuat hanya nilai barang akhir saja dan tidak boleh mengandung nilai barang antara1.
Dari perhitungan pendapatan nasional itu kita dapat mengenal istilah-istilah mengenai
GNP menurut harga berlakunya2 :

1. Pendapatan nasional bruto nominal (GNP at market price)
Pendapatan nasional bruto nominal (GNP at market price) adalah produk
domestic bruto yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku pada tahun yang
bersangkutan. Artinya GNP nominal mengukur suatu output pada suatu periode yang
terdapat didalamnya dan dinilai menurut harga pasar yang berlaku pada tahun itu juga2.
Pendapatan nasional nominal ini belum disesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada
tingkat harga atau inflasi, oleh karena itu GNP nominal sering disebut sebagai produk
domestik yang belum tersesuaikan (unadjusted GDP). Market GNP adalah istilah untuk
GNP at market price atau GNP at current price1. Selain itu kita mengenal GNP menurut
harga yang berlaku, ini disebut juga nominal GNP atau money GNP2.
2. Pendapatan nasional bruto riil (real GNP)
Pendapatan nasional bruto riil ini adalah sebutan lain dari GNP at price atau
constant GNP atau deflated GNP, yakni GNP menurut harga konstan. Pendapatan
nasional bruto riil adalah pendapatan yang diukur dan dihitung berdasarkan harga konstan
dengan tingkat harga yang berlaku pada tahun dasar. Dengan kata lain bahwa pendapatan
nasional bruto riil ini telah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam tingkat
harga atau tingkat inflasi dan oleh karena itu sering disebut produk domestic yang
tersesuaikan (adjusted GDP).
Cara kita menghitung GNP nominal dan GNP riil :
GNP nominal = GNP riil * GNP Deflator
GNP riil = *100
GNP deflator = *100
(rumus sumber : makroekonomi: teori, masalah dan kebijakan, manua nanga)
Selain GNP deflator dikenal pula dengan IHK (indeks harga konsumen). IHK dan
indeks harga produsen ini sering digunakan dalam perhitungan inflasi. IHK adalah indeks
harga yang mengukur biaya pembelian sekelompok tetap barang dan jasa yang
mempresentasikan pembelian konsumen kota2. Sedangkan yang dimaksud dengan indeks
harga produsen adalah indeks harga yang pada dasarnya mengukur pada biaya sekelompok
barang. Bedanya IHK terletak pada cangkupannya, dimana dalam IHP juga dimasukkan
bahan baku dan barang setengah jadi. Selain itu perbedaan IHP juga dilihat dari desain untuk
mengukur harga pada tahapan awal dari system distribusi. Sementara IHK mengukur pada
harga dimana rumahtangga kota melakukan pengeluaran yaitu ditingkat eceran.
 Manfaat dan Keterbatasan Perhitungan PDB Sampai batas-batas tertentu,angka PDB per
kapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu Negara. Nilai PDB suatu peride
tertentu sebenarnya merupakan hasil perkalian antara harga yang di produksi dengan
jumlah barang yang di hasilkan.
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara, ada beberapa hal yang perlu
di pertimbangkan yaitu :
1.jumlah dan komposisi penduduk
2.jumlah dan struktur kesempatan kerja
3.faktor-faktor ekonomi
d. penghitungan PDB dan kegiatan-kegiatan ekonomi tak tercatat statistikPDB belum
mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian Negara.
Manfaat dan keterbatasan perhitungan PDB yang mencakup pembahasan ini adalah :
a. perhitungan PDB dan analisis kemakmuran, perhitungan PDB akan memberikan gambaran
ringkas tentang tingkat kemakmuran sutu Negara dengan cara membaginya dengan jumlah
penduduk.
b. perhitungan PDB dan masalah kesejahteraan social, perhitungan PDB maupun PDB per
kapita juga dapat di gunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan social suatu
masyrakat.
c. PDB per kapita dan masalah produktivitas
4 Produk Nasional
Pendapatan Nasional itu dibagi menjadi 5 bagian, salah satu bagiannya adalah Produk
Nasional. Produk Nasional terpecah kembali menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Produk Nasional Bruto (GNP=Gross National Product)
2. Produk Nasioanal Neto (NNP=Net National Product)
a. Produk Nasional Bruto (GNP=Gross National Product)
Adalah hasil total barang dan jasa dalam kurun waktu satu tahun, produk
ini dihasilkan oleh masyarakat. Dinilai dengan harga pasar, maksutnya diukur
dengan ukuran uang. Produk Nasional Bruto merupakan ukuran pertama daripada
hasil perekonomian. Perlu diperhatikan bahwa Produk Domestik Bruto itu tidak
memperhatikan produksi milik Produk Nasional Bruto, dan angka dari penjumlahan
atau pengurangan PDB merupakan PNB.
Jika pendapatan factor produksi luar negeri yang ada dalam perekonomian (PNB)
disimbolkan PFLN sedang, factor produksi dalam negeri disimbolkan PFDN, maka
menghitungnya:
PNB = PDB - PFLN + PFDN
Selisih PFLN dan PFDN namanya pendapatan factor produksi neto, jadi bisa juga
dilakukan penghitungan
PNB = PDB + PFPN
Kalau PFPN negative artinya pembayaran factor produksi luar negeri Lebih Besar
dari penerimaan balas jasa factor produksi domestic yang dipakai oleh
perekonomian luar negeri. Ini membuat nilai Impor factor Produksi Lebih Besar
dari nilai Ekspornya. Indonesia (Negara berkembang) merupakan Negara yang
punya nilai PFPN negative. Makanya Negara berkembang PNB nya lebih kecil dari
PDB.
b. Produk Nasional Neto (NNP= Net National Product)
Untuk memproduksi barang dan jasa dibutuhkan yang namanya barang modal,,
karena itu dunia usaha harus dapat melakukan investasi agar dapat
memproduksi, tujuan dari investasi itu sendiri adalah menggantikan alat-alat
modal yang sudah usang. Untuk mendapatkan data yang baik dalam
penghitungan Produk Nasional Neto adalah investasi bruto dikurangi dengan
Depresiasi(penyusutan).
PNN = PNB - Depresiasi
c. Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :
- “Permintaan dan penawaran agregat” yaitu Permintaan agregat menunjukkan hubungan
antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.
Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli
oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat
menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
- “Konsumsi dan tabungan” yaitu Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh
barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya
satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak
dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat
hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal
dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam
konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
- “Investasi” yaitu Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting
dari pengeluaran agregat.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
• Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa,
bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu
periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada
perusahaan.
• Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan
suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa dan niaga selama satu periode
tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi
(bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
• Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk
membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang
dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga
(Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih
antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M).
a. Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P
R = rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba
b. Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n
P = harga
Q = kuantitas
c. Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

Sumber : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:iKTuUX9aOjAJ:staff.unila.ac.id/sigit/files/2012/08/MAKALAH-PENDAPATAN-NASIONAL.pdf+&cd=6&hl=en&ct=clnk&gl=id

Teori Produsen

Diposting oleh Noordianto Catur | | Posted On Kamis, 18 April 2013 at 23.12

Teori Produsen adalah teori yang menjelaskan tentang kegiatan memproduksi dalam jangka pendek antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. Produksi jangka pendek adalah sebagian faktor seorang produsen dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:

1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Fungsi Produksi
 Merupakan hubungan antara faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal dan keahlian keusahawanan) dan tingkat produksi yang diciptakan.
Q =  f (K, L, R, T)
Q : jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor produksi.
K : jumlah modal
L : jumlah tenaga kerja
R : kekayaan alam
T : teknologi yang digunakan

Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan tingkat produksi barang. (Faktor produksi lain : tetap)

Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :

Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang

(The Law of Diminshing Return)
menyatakan bahwa: apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Teori produksi memiliki dua teori berubah, dimisalkan terdapat dua faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Dan inilah dua teori yg bisa berubah itu :

1. Kurva Produksi Sama (Isoquant)
Isoquant adalah kurva yang menunjukkan gabungan dua factor produksi yang akan mewujudkan tingkat produksi yang sama.
Fungsi Isoquant : Q = TK.M (standar)

2. Garis Biaya Sama (Isocost)
Untuk menghemat biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan, perusahaan harus meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat analisis mengenai peminimuman biaya produksi perlulah dibuat garis biaya sama atau isocost. Garis ini menggambarkan gabungan factor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.
Fungsi Isocost : C=Ptk.TK + PmM

Ruang Lingkup Ekonomi

Diposting oleh Noordianto Catur | | Posted On Kamis, 21 Maret 2013 at 09.31

A.DEFINISI EKONOMI

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi.

B. METODOLOGI EKONOMI

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
1. Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
2. Jenis-jenis analisis ekonomi.
3. Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
4. Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

C. MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA


Masalah Pokok Ekonomi & Pengaruh Mekanisme Harga

Masalah pokok ekonomi yang di alami oleh produen dalam kehidupannya sehari-hari yakni adalah masa kelangkaan atau kekurangannya barang-barang yang dibutuhkan karena sebagai akibat dari ketidak seimbangannya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dan tidak terkontrol, dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas dan tentunya cepat habis karena terpakai dan terkonsumsi.

Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern kini, meliputi berbagai jenis kegiatan ekonomi, yaitu  produksi, konsumsi dan perdagangan (perjual-belian). Berikut ini merupakn point-point dari kegiatan ekonomi tersebut :

1.  What to produce > Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi , karena sumber daya yang terbatas sementara kebutuhan yang tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi dengan praktis dan cepat. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi.  Karena hal ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang di produksi.

2. How to produce >Menentukan cara barang diproduksi. Dalam hal ini metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, pelaku produksi memerlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien dalam pelaksanannya, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.

3.  To whom > Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. Salah satu masalah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .